Definisi analisis kesehatan

Analis Kesehatan adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat.

Analis Kesehatan Profesi yang Menjanjikan

Kata Dokter, Bidan, Perawat sepertinya tidak asing lagi ditelinga kita. Ciri khasnya berseragam warna putih, Dokter mengobati penyakit, Bidan membantu proses kelahiran, dan perawat yang merawat orang sakit. Mereka bekerja dirumah sakit atau buka praktek sendiri (Dokter dan Bidan). Yang terpopulernya ya dokter, begitu banyak orang yang bercita-cita menjadi dokter, Profesi yang sangat menjanjikan kesuksesan,kekayaan, dan pamor yang tinggi dimasyarakat (dulu juga cita2 ku itu tapi gak kesampaian.

Mengenal alat alat Laboratorium Mikrobiologi

Sebalum kita bekerja atau melakukan praktikum di laboratorium mikrobiologi ada baiknya kita terlebihdahulu mengenal alat alat Laboratorium Mikrobiologi beserta fungsinya. sebagai seorang analis sangat penting mengenal peralatan apa saja yang akan kita butuhkan saat bekerja atau praktik di dalam Lab

Standar Kompetensi Analis Kesehatan

Sudah sering kita mendengar istilah "kompeten" dan "kompetensi". Lalu apa maksud dari kedua kata itu? Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Sedangkan kompetensi adalah apa yang seorang mampu kerjakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari satu pekerjaan.

Trombosit

Trombosit adalah fragmen atau kepingan-kepingan tidak berinti dari sitoplasma megakariosit yang berukuran 1-4 mikron dan beredar dalam sirkulasi darah selama 10 hari. Gambaran mikroskopik dengan pewarnaan Wright – Giemsa, trombosit tampak sebagai sel kecil, tak berinti, bulat dengan sitoplasma berwarna biru-keabu-abuan pucat yang berisi granula merah-ungu yang tersebar merata.

Tampilkan postingan dengan label Analisis kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Analis Kesehatan Profesi yang Menjanjikan

Kata Dokter, Bidan, Perawat sepertinya tidak asing lagi ditelinga kita. Ciri khasnya berseragam warna putih, Dokter mengobati penyakit, Bidan membantu proses kelahiran, dan perawat yang merawat orang sakit. Mereka bekerja dirumah sakit atau buka praktek sendiri (Dokter dan Bidan). Yang terpopulernya ya dokter, begitu banyak orang yang bercita-cita menjadi dokter, Profesi yang sangat menjanjikan kesuksesan,kekayaan, dan pamor yang tinggi dimasyarakat (dulu juga cita2 ku itu tapigak kesampaian,wkwkwk). Liat aja, Pelajar –pelajar yang baru tamat SLTA berbondong-bondong bersaing memperebutkan satu kursi di Fakultas kedokteran. Untuk bisa lulus selain pintar kantong juga harus tebal,hehehe. Bagi yang dari awal udah ngerasa nggak sanggup kuliah di kedokteran atau yang tersingkir saat ujian masuk (seperti aku,hehehe), kalo masih berminat bekerja di bidang kesehatan pastinya nyari kuliah yang ada hubunganya dengan dunia kesehatan seperti Keperawatan dan Kebidanan.
Jumlah Dokter, Bidan,dan Perawat sekarang dah banyak jadi untuk mendapat posisi di rumah sakit atau mendapat pasien(bagi yang buka praktek) harus bersaing sama yang satu profesi. Jika ketiga profesi ini masih tetap tinggi peminatnya untuk beberapa tahun yang akan datang persaingan didunia kerja akan makin ketat lagi. Gak selamanya jadi lulusan sekolah kesehatan akan memperoleh pekerjaan dengan mudah.
Hehehe,,kok belum masuk-masuk ke topic pembicaraan. Disini aku ingin ngenalin satu profesi masih dalam dunia kesehatan yang lapang kerjanya masih luas dan saingannya belum terlalu banyak. Profesi itu adalah Analis kesehatan. Bukan karena mahasiswa analis kesehatan sehingga mau bangga-banggain jurusan kuliah sendiri, nggak lah. Hanya ingin berbagi info aja berdasar fakta dilapangan andliat dari para senior yang gak perlu nunggu waktu lama setelah lulus tuk dapat pekerjaan. Aku baru selesai kuliah baru tahun depan jadi belum ngerasain sendiri (mudah-mudahan bisa dapat kerja dengan mudah juga nantinya,amiin). Kalu pernah ke laboratorium rumah sakit atau ke laboratorium klinik, yang Petugas utama di laboratorium-laboratorium itu analis kesehatan. Analis kesehatan bertugas yang melakukan pemeriksaan-pemeriksaan di laboratorium kesehatan baik untuk menunjang diagnosis dokter, mengetahui perkembangan penyakit, mengetahui obat yang paing baik untuk penyakit atau tujuan lain (pokoknya banyak deh).
1291252398163610153
Foto : Suasana di laboratorium
Analis kesehatan bisa bekerja di semua laboratorium yang berhubungan dengan kesehatan seperti di lab Patologi anatomi, lab patologi klinik,lab forensic, lab mikrobiologi, lab imunologi, lab kimia kesehatan, dll. Baik itu dirumah sakit, laboratorium kesehatan milik pemerintah, lab-lab klinik swasta, BPOM, laboratorium perusahan makanan/minuman, dan instansi-instansi lain yang ada laboratorium kesehatanya. Semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas layanan kesehatan semakin meningkat. Dengan adanya laboratorium diagnosis yang diberikan dokter akan lebih akurat tidak hanya sebatas dilihat dari gejala klinis, perkembangan penyakit bisa dipantau, pemilihan obat yanguntuk suatu penyakit, dan masih banyak lagi kegiatan dilaboratorium yang sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan.

1291252560702738882
Foto : Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lab
Senior yang baru lulus oktober kemaren sebagian dah dapat pekerjaan sudah keterima PNS, kerja di lab klinik atau rumah sakit yang belum bukanya susah dapat gak ada lowongan kerja tapi masih pada pengen ikut tes CPNS yang akan diadakan bulan ini. Menurut pegawai kampus yang bertugas menyampaikan info loker, kalau kakak tingkat yang baru lulus menerima pekerjaan yang lagi tawarkan melalui pihak kampus pasti semua lulusan sudah terserap lapangan kerja. Kira-kira Satu bulan yang lalu dari Provinsi Banka Belitung meminta pihak kampus mengirim 26 lulusan untuk menjadi pegawai negri disana tapi keliatanya gak ada yang mau, masih nyari-nyari tempat kerja di sekitaran Jogjakarta. 
1291252114243474045
Foto : Pemeriksaan TBC di laboratorium
Sekali dayung banyak pulau terlampaui pribahasa yang cocok buat seorang analis kesehatan coz dapat bekerja di banyak jenis laboratorium tanpa harus menjadi peneliti or ilmuwan tiap di jenis laboratorium tersebut. Hanya menghabiskan waktu kuliah kurang lebih 3 tahun udah bisa kerja dilaboratorium. Mengapa seorang analis kesehatan bisa begitu? karena sudah dibekali keterampilan untuk bekerja di laboratorium-laboratorium tersebut. Tapi kuliahnya lumyan capek karena 60% waktu kuliah dihabiskan untuk praktek dilaboratorium, dari laboratorium satu pindah kelaboratorium yang lain.
12912527931634273342
Foto : Identifikasi bakteri di laboratorium mikrobiologi
Jumlah analis kesehatan masih sedikit sementara seiring dengan perkembangan IPTEK jumlah laboratorium kesehatan semakin bertambah banyak sehingga tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan. Jumlah analis kesehatan yang sedikit itu disebabkan karena emang sekolah untuk calon-calon analis kesehatan ini masih sangat jarang, yang berstatus negri dapat dihitung jari (di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan). Sekolah buat calon petugas laboratorium ini umumnya baru sebatas diploma, biaya awal mendirikanya mahal (harus membuat banyak lab, membeli peralatan lab dan bahan pemeriksaan harganya mahal,hehehe) makanya hampir semua universitas-universitasdiindonesia belum berani menjadikanya prodi di tempat mereka(S1 baru ada di Univ Hasanuddin dengan nama Teknologi Laboratorium Kesehatan). Sebenarnya gak semahal kedokteran tapi karena gak terlalu populer jadi takut rugi kali,hehehe.
Dalam waktu kurang lebih 3 tahun sudah bisa bekerja di laboratorium waktu yang cukup singkat so harus menuntut ilmu lebih banyak lagi. Diploma analis kesehatan bisa melanjutkan D IVAnalis Kesehatan atau strata satu (S1) Teknologi laboratorium Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, farmasi, Biologi,dll (prodi S1 yang namanya Analis kesehatan belum ada). Untuk beberapa tahun kedepan sepertinya bakalan ada prodi strata satu (S1) Analis Kesehatan, organisasi profesi analis kesehatan PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia) sedang mengusahakanya. 
Pemeriksaan Laboratorium itu penting,
Semoga untuk kedepan Analis Kesehatan semakin berkembang, amiin….
Share:

Definisi Analis Kesehatan

Analis Kesehatan adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat.

Sarana kesehatan ini berbentuk Laboratorium Kesehatan seperti Laboratorium Patologi Klinik yang memeriksa sampel berupa cairan2 tubuh manusia seperti
darah, sputum, faeces, urine, liquor cerebro spinalis (cairan otak), dan lain-lain untuk mendapatkan data atau hasil sebagai penegakan diagnosa terhadap suatu penyakit. Cakupannya juga luas meliputi pemeriksaan mikrobiologi (bakteri), parasitologi (fungi, protozoa, cacing), hematologi (sel-sel darah serta plasma), imunologi (antigen, antibodi), kimia klinik (hormon, enzim, glukosa, lipid, protein, elektrolit, dll).
Di Indonesia memang lebih sering dikenal dengan istilah Analis Kesehatan, sedangkan dunia internasional menggunakan istilah Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.

Apa itu Teknologi Laboratorium Kesehatan?

Teknologi Laboratorium Kesehatan (internasional: Medical Laboratory Science/Technology) adalah disiplin ilmu kesehatan yang memberikan perhatian terhadap semua aspek laboratoris dan analitik terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia serta ilmu kesehatan lingkungan. (KEPMENKES RI NOMOR 370/MENKES/SK/III/200)
Tugas Pokok Analis Kesehatan

Melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunologi-serologi, toksikologi, kimia lingkungan, kimia makanan-minuman, kimia air, patologi anatomi, biologi dan fisika.

Fungsi Analis Kesehatan

  1. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen
  2. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen dan spesimen
  3. Mengoperasikan dan memelihara peralatan/ instrumen laboratorium
  4. Mengevaluasi data laboratorium
  5. Mengevaluasi teknik, instrumen, dan prosedur baru laboratorium secara efektif dan efisien
  6. Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium
  7. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknik kelaboratoriuman
  8. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan

    Peran Analis Kesehatan

    1. Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan
    2. Penyelia teknis operasional laboratorium kesehatan
    3. Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan
    4. Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (Promotion Health Laboratory)

    Kewajiban Analis Kesehatan

    1. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen.
    2. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen, yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks.
    3. Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium dari yang sederhana sampai dengan yang canggih.
    4. Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.
    5. Mengevaluasi teknik, instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.
    6. Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji.
    7. Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.
    8. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang Teknik kelaboratoriuman.
    9. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.

    Kemampuan Yang Harus Dimiliki Analis Kesehatan

    1. Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan.
    2. Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan, atau fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen.
    3. Keterampilan dalam melaksanakan prosedur laboratorium.
    4. Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
    5. Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan.
    6. Keterampilan dalam pembuatan uji kualitas media dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium.
    7. Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
    8. Kewaspadaan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil uji.
    9. Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen, sebelum melaporkan hasil uji.
    10. Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji.
    11. Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya.

    Standar Profesi Analis Kesehatan

    1. Dasar Hukum : Kepmenkes RI No : 370/Menkes/SK/III/2007
    2. Merupakan dasar kewenangan bagi seorang tenaga Analis Kesehatan dalam melaksanakan pekerjaan profesionalnya di Laboratorium Kesehatan
    3. Acuan standar kompetensi yang digunakan dalam standar pendidikan, pelayanan, uji kompetensi

    Organisasi Profesi

    Organisasi yang menaungi alumni Analis Kesehatan atau para Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan adalah PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia). Sedangkan organisasi yang menjadi wadah dan menjembatani pemikiran-pemikiran mahasiswa Analis Kesehatan adalah IMATELKI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia).

    Prospek Kerja Analis Kesehatan

    Banyak instansi dan perusahaan yang membutuhkan kompetensi seorang Analis Kesehatan, seperti Laboratorium Klinik Swasta, Rumah Sakit Pemerintah atau swasta, Laboratorium Kesehatan daerah, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Lab Forensik Kepolisian, Lembaga penelitian SAINS (LIPI, Biofarma), dosen. Analis Kesehatan ada yang bekerja di Laboratorium Patologi Anatomi yang memeriksa sampel berupa jaringan hasil operasi (histopatologi). Selain itu, banyak pula yang bekerja di industri makanan dan minuman, obat serta kosmetik karena dalam kurikulum pengajarannya terdapat mata kuliah Kimia Analitik, Kimia Makanan dan Minuman, serta Toksikologi.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

MY PROFILE